Tuesday, October 21, 2014

Maha Guru


"hai bakau, sedang apa kamu?"
"aku sedang belajar tumbuh dan mengakar"
"belajar?untuk apa belajar, bukankah Tuhan sudah membuatkan mekanisme untukmu"
"memangnya kamu pikir, kebisaanmu berjalan kaki, mengunyah makanan, menetek pada ibumu itu buah dari proses automekanis?. Seperti halnya radio yang tak lagi butuh pembuat radio untuk menyuarakan frekuensi"

Ya, dirimu terlalu lemah untuk dilepas Tuhan begitu saja, jiwamu terlalu renta untuk berdikari. 
Tuhanlah yang secara langsung mengajarimu tentang hidup dan menjalani kehidupan.
Tuhanlah sejatinya Maha Guru. 
Ia ajari bagaimana anak bebek memecah cangkangnya, Ia ajari bagaimana anak kambing menggeliat pelan hingga ia berjalan, Ia ajari serbuk sari mencumbu putik, Ia ajari pohon jambu berburu air, Ia ajari manusia mengenal rupa. 
Ya, Ia langsung yang ajari kita, dengan papan tulis dan spidolNya. 

Alladzi 'allama bilqolam

Monday, September 8, 2014

Operasi Rejeki


"Alhamdulillah"

Ujar seekor sapi ketika tengah berjalan di pematang sawah.

"Alhamdulillaaaaaaaaahhh......"

Pekikan itu terdengar begitu berenergi, seolah melesat begitu cepat kepadaNya. 
Ya, para intelejen lalat segera bergerak cepat, mengirim sandi-sandi informasi posisi kepada pasukan infanteri. Kumbang-kumbang pun tak kalah gerak, dengan langkah lambat dan daya terbang yang berat ia pun segera bersiap. Bahkan, renik-renik mikroba, sang prajurit pasukan khusus, dengan sigap, cepat dan menggeliat segera menyerbu dan menjadi pasukan terdepan. 

Inilah ladang pertempuran mereka. Bertempur bukanlah tentang berseteru, bertempur hanyalah gerakan bahu membahu. 

Bersiaplah menyambut rezeki dari langitNya, lantas kalau ada makhluk berkaki empat menutup pandangan langitmu. Maka persiapkan tangan dan kakimu untuk segera menyerbu. 

"Alhamdulillaaaaaaahhhh..."
Hehe.

Sunday, August 31, 2014

Kamuflase Gelap


Apa yang kamu lihat daripadanya
"sebuah lampu taman yang indah"
"Oya?, lalu?"
"Tidak kah indah sudah mewakili segala?"

Tidakkah kamu melihat, disana ada sebuah istana, didepannya ada sebuah tiang bendera yang gagah perkasa, lalu beberapa prajurit berseragam lurik sedang berjaga. Berikut air mancur yang berlomba-lomba tersemburat
Tidakkah kamu melihat, bahwa ada kegelapan yang begitu nyata, Kamu hanya melihat kenyataan yang menggembirakan. Padahal jelas-jelas ada kegembiraan yang nyata disana. 

Kita, berada dalam dimensi kegelapan yang berbeda. Bahwa di dalam kegelapan banyak terkandung realita. Cahaya ternyata telah menggelapkan matamu untuk melihat lebih daripadanya.

Ya, tak ubahnya gudeg dan manisnya gula, oposisi dan prostitusi. Bahwa gelap sama berartinya dengan cahaya.

(*foto didepan istana)

Cahaya Iblis


Gelap adalah spasi, Gelap adalah jajaran spektrum,Gelap adalah dasar dan Gelap adalah ruang besar

Kerindangan adalah secercah kegelapan, Buta dan Melihat adalah gelap yang sama, Cahaya adalah penghuni gelap

Yakini lah, gelap akan menuntun pada keniscayaan.
Itu sebabnya iblis tak dibuat dari kegelapan.
Katakan pada gelap, bisakah kita bersahabat?

Thursday, July 31, 2014

Lailah, ladalah….



Dari semalam, suara takbir tak pernah sepi dari telinga Lungsur. Handphonenya yang bernada dering ‘Takbir’ itu tak berhenti berbunyi, berbagai macam ucapan selamat hari raya idul fitri memenuhi inboxnya.

“Allohuakbar…Allohu akbar….Allohu akbar….la ilah……..”, satu pesan masuk.

“Allohuakbar…Allohu akbar….Allohu akbar….la ilah……..”, belum selesai bunyi sms pertama, pesan kedua menyerobotkan bunyi semula.
            
Dampit yang sedang berhalal-bihalal ke rumahnya menjadi gusar.

“Sur, kamu jadi atheis ya sekarang?”

“kok gitu prop?”

“lha itu, nada smsmu. La ilah…la ilah…ndak ada tuhan…ndak ada tuhan….”

“iya prop, dari semalam banyak sms masuk, semuanya mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir bathin katanya”

“Nah, kamu sendiri ndak ngirim sms begituan juga sur”

“Aku baru ngirim begituan ke Tuhan aja prop, yang lain malah belum sempat”

“Wah iya, kelalen (terlupa) aku Sur sama Tuhan”

“Nah lho, kok jadinya sampean yang la ilah prop”

            Keduanya terdiam, lalu diam-diam tertawa.

“Sampean sudah kirim smsnya kemana aja prop?”

“Cuma ke Paijo si penganut dharmo gandul, Joseph saudara kristenku, Agus kawan budhaku, sama Mona teman diskusiku yang atheis itu”

“Walah, mereka kan non muslim prop. Ndak takut haram prop?”

“Aku cari-cari belum nemu fatwa MUInya Sur. Yang dibahas tiap tahun malah pengharaman mengucapkan selamat natal oleh umat muslim. Lha aku kan mengucapkan selamat idul fitri ke non muslim. Lagi pula, aku malah senang kalau ada orang non muslim ikut serta merayakan Idul Fitri, tambah rame to”

“Betul prop, semoga semuanya kembali fitri”

“Semuanya siapa sur?”

“Ya semuanya prop……”

“ladalah…”

 

Tuesday, July 22, 2014

Cacing berkecambah


Apa yang membuat kecambah tumbuh begitu cepat pada kapas. Ada harap dan ingin yang sangat dan kuat, bahwa pertemanannya dengan renik adalah sebuah kedekatan khusus, bahwa perjumpaannya dengan tarian-tarian cacing adalah kerinduan.

Katanya, “Hai, aku sudah tumbuh, segera tanamlah aku di tanah”.

Friday, July 18, 2014

Ruang Intim


Ada Fuad yang terselimut dalam Qolbu, di dalamnya ada Lubbu, disana lah simpul-simpul antara kamu dan Tuhanmu berada. Disanalah area romantisme dan keintimanmu denganNya, tak ada manusia lain, tak ada Jin, bahkan tak ada malaikat penghitung amal.