Monday, August 20, 2012

Mencari Merah Putih di Jalanan

-Ini adalah Tulisan tahun lalu, sedikit persembahan untuk Indonesia tercinta. Sayang sekali tahun ini belum mampu persembahkan apa-apa untuknya.-.
Bukan aksi besar, hanya aksi kecil yang kuharap dapat berefek besar bagi diriku. Moment 17 Agustus tahun ini (2011.red) menjadi saat yang istimewa. Bagaimana tidak, 66 tahun yang lalu para pahlawan sedang mencari barokah nuzulul qur’an untuk segera mengumandangkan kemerdekaan Indonesia, 66 tahun yang lalu saat mereka juga tengah berpuasa.

Aku namai saja aksi ini dengan “Mencari Merah Putih di Jalanan”. Aksi itu muncul secara spontan beberapa jam sebelum tanggal 17 Agustus yang lalu. Sebuah keinginan untuk secuil saja merasakan atmosfer 66 tahun yang lalu. Kemudian aku berfikir aksi apakah yang harus aku lakukan. Kemudian aku berfikir untuk berjalan kaki saja. Sebuah aktifitas yang selama ini telah banyak membawaku belajar banyak soal kehidupan. Dan kali ini juga aku berharap ada pelajaran lagi yang bisa aku bawa.

Berangkat dari TAO (titik awal operasi) tepat pada pukul 06.45, rute kali ini adalah depan SPBU Tanjung Laut hingga Pelabuhan Lokhtuan, Bontang. Jaraknya sekira 7 km. Tidak banyak peralatan yang aku bawa. Hanya sebuah kamera untuk dokumentasi dan backpack yang kugantungi bendera merah putih kecil. Berimajinasi bahwa aku sedang dalam tugas mulia. Seorang pemuda dengan tugas besar membawa bendera merah putih ke ranah nun jauh disana. Dengan bismillah aku langkahkan kakiku, berjalan di tengah orang yang sedang sibuk berangkat untuk beraktifitas (kerja dan sekolah) sedikit membuatku menjadi pusat perhatian. Tapi apakah aku harus malu?, bukankah malu akan membuat kita berada pada kesesatan. Setidaknya kesesatan berfikir.

Tema yang kubawa kali ini adalah “Di pinggir jalan, merah putih itu diletakkan”. Jadi, aku mencoba untuk merekam (mendokumentasikan) berbagai macam hal yang menggunakan merah putih sebagai warna dominannya selain bendera. Banyak hal ternyata, jembatan, pintu gerbang, list rumah, dll. Entah disadari atau tidak mereka cukup berjasa me’merah putih’kan tanah air ini. Terlebih lagi ada beberapa produk yang semestinya Indonesia harus cukup berterima kasih pada mereka. Begitu banyak merah putih mereka tebarkan di sepanjang jalan. Produk apakah itu? 

1.Telkomsel
Salah satu Provider terkemuka di Indonesia yang mempunyai warna dominan merah dan putih untuk produk-produknya. Handphone di era sekarang seolah sudah menjadi kebutuhan primer bagi kebanyakan orang. Hal ini berefek pada banyaknya pemakaian provider juga. Akhirnya juga berdampak pada banyaknya counter yang menjual produk ini dengan label merah dan putih. Belum lagi baliho dan promosi media lain yang banyak bertebaran di jalanan. Terima kasih karena sudah membantu me’merah putih’kan Indonesia. Aku bangga karena aku juga menggunakan salah satu produknya.

 2.Coca cola
Meskipun bukan label asli Indonesia, setidaknya kita harus cukup berbangga. Produk-produk mereka cukup digemari di tanah air. Dengan berbagai macam media promosi yang kreatif, paling tidak mereka telah memberikan warna baru bagi merah putih.

3.A mild
Sebuah produk rokok yang cukup sering menghiasi jalanan ini memang dikenal cukup kreatif dalam media promosinya. Bahkan sering kali iklan yang dikeluarkan tidak mencirikan bahwa yang ditawarkan adalah produk rokok, sehingga kerap kali menjadi sangat akrab dengan masyarakat-masyarakat yang tidak merokok sekalipun. Iklannya pun banyak mengungkap isu-isu social konvensional yang biasa terungkap lewat sebuah pertanyaan-pertanyaan retorik. Seolah merah putih yang satu ini mampu mengekspresikan perasaan kebanyakan masyarakat Indonesia.

 dokumentasi yang masih tersisa
Dan masih banyak lagi sebenarnya. Intinya adalah bagaimana kita dapat memaknai merah putih agar selalu terngiang dimanapun kita berada.

Titik finis masih sekitar 200 meter lagi, dan waktu yang aku targetkan tinggal sebentar lagi. Mau tidak mau aku harus berlari, sambil berlari kembali aku merenung dan tak kuhiraukan lagi orang sekitarku. Seperti inilah para pendahulu berjuang, pantang menyerah, bahkan di detik-detik akhir kemerdekaan mereka berjuang lebih keras. Aku mencoba menganalogikan ini pada apa yang terjadi padaku saat ini. Ditemani rintik hujan akhirnya tepat pukul 08.45 (17-8-2011) aku berhasil mencapai tujuanku. Sebuah pelabuhan dengan pandangan laut lepas. Seolah telah kugapai kemerdekaan dan ingin kukabarkan pada dunia bahwa “Indonesia Merdeka” sambil lamat-lamat kuucap hamdalah kucium merah putih yang kugendong sedari tadi.
AKU BANGGA INDONESIAKU

repost dari FB ziqinium

No comments: