Wednesday, October 3, 2018

Ana Lastu Syai'in



"Mengapa Engkau merizki-iku", kudengar satu gelombang sirr entah dari mana.
Mengapa Engkau hadirkan aku sebagai makhlukmu.
Mengapa Engkau mau menjadi yg kupertuhankan. 
"Hati-hati ngomongnya, jon", ia tak sendiri ternyata.
"Betul, aku memang sedang hati-hati, sedang pakai dua hati"
"Berani kamu tak mempertuhankanNya?".
"Tak ada yg mampu tak bertuhan, kan?", aku masi diam, seksama.

"Apa aku hanya harus menghamba dan mensujudiNya?".
"Memang kamu mampu untuk tak menghamba dan tak mensujudiNya?".

"Lihatlah"
"Lihat apa, aku tak punya mata"
"Bukan mata yg menyebabkanmu bisa melihat. Bukan pula telinga yg menyebabkanmu mampu mendengar"
"Bukan pula makan yg menyebabkanmu kenyang, bukan pula belajar yg menyebabkanmu pintar", saling sahut tak terhindarkan.

"Gusti, ijinkan aku merasaiMu", satu penutup dari selintas siput.

# Ana lastu syai'in, aku mah apa atuh

No comments: